Reportoar

Belajar Kritis Dari Cak Nun

IMG-20160525-WA0009omahaksoro.com – Menyampaikan ide, kritik, saran ataupun lainnya terhadap pemerintah tidak harus melulu melalui demonstrasi. Cara menyampaikan yang tepat pun harus kita pelajari. Di zaman saat ini, media menjadi alat utama untuk menyampaikannya.

Emha Ainun Nadjib yang lebih akrab dipanggil Cak Nun sejak zaman Orde Baru memang sangat kritis terhadap pemerintahan Indonesia saat itu. Sikap kritisnya diutarakan dengan berbagai cara, baik secara tertulis maupun secara lisan.

Sebagai Budayawan, memang menyampaikan kritik sangat mudah menemukan medianya. Selain itu, bahasa tulisa maupun sastra memang tidak bisa serta merta bisa diartikan sesuai yang dibaca.

Dalam buku Slilit Sang Kiai Cak Nun dengan sangat jeli menyampaikan kritik melalui bahasa yang lunak namun mengena. Tak ayal, buku yang merupakan kumpulan tulisan Cak Nun di media pada masa orde baru tersebut tidak lantas ikut diberangus seperti buku-buku tulisan Pramoedya Ananta Toer.

Kritik tajam Cak Nun terhadap oknum-oknum (untuk menghindari justifikasi) pada masa orde baru layak kita kaji sehingga aspirasi, kritik ataupun saran rakyat yang sejak masa reformasi disampaikan melalui demonstrasi (tapi jarang ditanggapi kalau yang demo sedikit) tersampaikan dengan baik dan lebih mengena.

Pengkajian cara menyampaikan kritik Cak Nun lewat esai-esainya bisa kita temukan dalam buku-bukunya. Pada nanti malam (Kamis, 26 Mei 2016) jam 19.00 wib akan digelar tadarus buku Slilit Sang Kiai oleh Omah Aksoro. Bagi siapapun yang minat untuk mengikuti bisa menghadiri di Balairung Omah Aksoro, Jl. Taman Amir Hamzah No.5 Pegangsaan Menteng Jakarta Pusat.

 

Penulis: Ibnu A’thoillah

Click to comment

Komentar

To Top