Reportoar

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Omah Aksoro – Joko Pinurbo, seorang penyair yang dikenal “dingin” ketika mengisahkan peristiwa hidup sehari-hari lewat puisi. Ia penyair dengan karya bersifat naratif, tidak mementingkan rima. Puisi-puisi karyanya banyak mengambil dari kehidupan sehari-hari.
Penyair kelahiran Sukabumi ini sering dipanggil Jokpin, singkatan nama aslinya. Ia membuktikan identitas diri dengan ciri khasnya, dimana puisi tidak tampil sebagai sesuatu yang angker. Ia dingin-dingin saja ketika menuliskan tentang kuburan atau celana kesukaannya.
Puisinya banyak yang tidak susah-susah dan sederhana serta ringan mengungkapkan peristiwa dalam puisi, seperti penampilannya yang tidak tampak istimewa. Baginya, puisi adalah sebuah kebersahajaan dan kesungguhan.
Jokpin telah melalang dalam persyairan. Karya puisinya yang banyak dikenal diantaranya Celana, dan Di Bawah Kibaran Sarung. Puisi dingin, sederhana mudah dipahami. Kompas Gramedia telah menerbitkan buku kumpulan puisi Jokpin dengan judul “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi”. Puisi pilihan Jokpin sejak tahun 90an.
Komunitas literasi, Omah Aksoro akan mentadaruskan buku tersebut pada Kamis, 13 Oktober 2016 di kampus UNUSIA. Untuk itu, bagi para pecinta puisi, sastra maupun literasi sila menghadiri acara tersebut pada jam 19.30 WIB.
Berikut salah satu puisi dalam buku “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi”:
Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi
saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi.
*
Sabda sudah menjadi saya.
Saya akan dipecah-pecah
menjadi ribuan kata dan suara.
*
Tubuhku kenangan yang sedang
menyembuhkan lukanya sendiri.
*
Menggigil adalah menghafal rute
menuju ibu kota tubuhmu.
*
Lupa: mata waktu yang tidur sementara.
*
Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.
*
Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma.

Click to comment

Komentar

To Top