Puisi

Antara Puisi dan Puasa

Antara Puisi Dan Puasa

Antara puisi dan puasa
tiada jarak dibentang percuma,
perihal kata-kata atau doa-doa.

Betapa puasa teramat suci
bagi pemalas yang hidup di puncak mimpi
yang gairah matanya selalu menunggu
kapan magrib tiba.

Betapa teramat suci puisi
bagi penyair yang tak pernah hidup
dipermainkan sepi
yang tertinggal di ingatannya
hanyalah mekar mawar dan memar luka.

Antara puisi dan puasa
kedua tak ada beda.

Mengubah kesalahan menjadi kesalehan.
Dan degub di jantung puisi bagai bedug di jantung puasa
menghilangkan segala yang sia-sia.

2016

Dahaga

Saat puasa,
roti dan secangkir kopi
bagai sepasang pelukan.

Di siang terik, puasa bagai api.
Suara keluh kereta yang jauh seperti dzikir,
doa yang sia-sia.

Dalam bait-bait puisi,
kau sisipkan dusta puasa.
Dalam birahi kata-kata
kau setubuhi sepi makna
dan kau tenggak doa yang percuma.

Puisi dan puasa
menemaniku merindukan
degub di jantung magrib.

Yang debarnya membahagiakan segala
dahaga.

2016

Antara Puisi dan Puasa
Click to comment

Komentar

To Top