Puisi

Kembalilah Senja

Melamarmu dalam Tahajud

Malam-malamku, melukis dengan puisi
Ku hantarkan kalimat-kalimat penuh nadi
Di gerbang usia ini
Ku rengkuh engkau dalam kemesraan
Doa-doaku tak belum berhenti dengan Aamiin
Ingin luruh mesra dipeluk-Mu
Ku titip kemesraan ini di sebait puisi yang tak pernah mencukupi dan memenuhi taman-taman puisi cinta
Air mataku mengalir deras
Melihat cadasnya hatiku
Melihat karang tajamnya nuraniku
Ampuni aku

Kepingan air mataku membatu di sajadah lusuh ini
Menggores cerita hina seorang hamba yang sering tak tahu diri
Entah sudah detik ke berapakah hati tenggelam dalam magma keangkuhan diri
Tak sanggup ku menghitungnya lagi
Jubah kabir-Mu tlah lama terhapus dari hati ini

Terhanyut dalam nikmat dunia yang menjeruji
Ku ingin lari berpaling dari semua ini
Disisa-sisa nafas yang masih tersisa ini
Dan kuatkanlah tapak-tapak penatku
Agar belenggu ini terlepas bebas
Hantarkan jiwaku terbang menuju langit maha luas.

Jakarta, 26 Juni 2016

Kembali-lah Senja

Ketika kau meninggalkanku aku ingin langit menimpamu
Juga pilihan barumu
Biar hujan tak lagi bisa turun
Biar yang paling lembab hanya kelopak mataku

Aku lama membandingkan senja mana yang lebih jingga di pantai atau di ingatanku
Senja bisa mengembalikan apa saja kepada pemiliknya
Anak-anak kepelukan ibunya, burung-burung ke sarangnya
Namun tidak kau

Kau dengan dunia barumu
Tak akan ada yang menyamai kebahagiaanmu

Tuturku, semoga Tuhan berkenan menganugerahiku ketabahan selepas mengikhlaskan.

 

Kembalilah Senja
Click to comment

Komentar

To Top