Puisi

Mama, Aku, dan Kenangan Kita

Doa ku
Pagi ini indah,
Semoga harapanku mudah
Tuk dapatkan seorang yang selama ini membuatku gundah
Ku siapkan diri
Ku siapkan hati
Tuk hadapi kenyataan nanti
Takdir memang sudah pasti
Namun apa salahnya kita mencoba
Tak ada yang tau nanti
Apakah tuhan akan berbaik hati menguji
Atau menerima yang kita jalani saat ini.

Mama
Kaulah pelita dalam gelapku
Kaulah semangat dalam sedihku
Penuntunku dikala kuterjatuh berjalan tertatih–tatih
Mama…
Aku bukanlah seorang anak yang kau harapkan
Bukan seorang yang kau mimpi–mimpikan dalam masa lalu
Diriku terlalu jauh dari semua cita–citamu
Namun terlepas dari itu semua,
Aku hanya ingin menjadi seorang yang bisa kau andalkan
Selalu ada setiap kau butuhkan,
Selalu menjadi pendamping sekaligus pelindung atas semua kejahatan
Mama….
Semoga kau bisa selalu ada
Selalu setia dalam suka dan duka
Selalu sehat serta bahagia
Aku akan berusaha untuk tak membuatmu kecewa
Aku akan menjadi anakmu dengan caraku
Maaf, aku tak bisa menjadi anak sesuai cita-citamu
Semoga kau mengerti aku
Love you mama.

Aku dan kenangan kita
Akhirnya aku hanya sendiri,
Setelah semua yang kita lewati
Tak kusangka ternyata kau berhenti
Berhenti berjuang untuk mempertahankan yang selama ini kita miliki,
Semua rasa yang pernah hadir
Hilanglah sudah sekarang
Semua telah kembali seperti dulu,
Seperti saat kita tak saling mengenal,
Seperti saat kita bicara dengan gue elo
Dan bukan aku kamu lagi
Rasanya sesak sekali
Sakit
Menangispun tak sanggup lagi rasanya
Tapi,
Ku rasa
Semua ini hanya masalah waktu bukan? []

*) Mahasiswi STIMIK Heartine, Karawaci, Tangerang

Mama, Aku, dan Kenangan Kita
Click to comment

Komentar

To Top