Resensi

Gadis Gurun dan Cerita Konflik Timur Tengah

Adalah Radya Manu Risyad, insinyur muda ahli geologi kebangsaan Indonesia yang mendapat tugas ke negara Oman. Dia adalah seorang pemuda yang cerdas, cekatan, mempunyai ide-ide cemerlang, dan tentu saja ia disukai banyak orang. Pada suatu hari ia mengendarai mobil menuju lokasi pengeboran minyak tempat ia bekerja. Tim dan perusahaannya baru saja memenangkan sebuah tender besar yang membuat iri beberapa perusahaan minyak raksasa lainnya. Naas bagi Radya, ia mengalami nasib yang kurang baik ditempur oleh badai pasir. Radya tenggelam bersama mobilnya di tengah lautan pasir halus.

Di lain lokasi, kejadian yang tidak mengenakan terjadi pula. Ketiadaan Radya menjadi masalah besar bagi pekerja lainnya. Karena Radya adalah kunci keberhasilan pengeboran mereka, Radya adalah ahlinya. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui keberadaan Radya. Semua panik karena tiba-tiba ring lokasi pengeboran meledak. Hal tersebut menyebabkan karib Radya dan orang penting di sana, yakni pak Dito meninggal dunia. Beberapa pekerja India pun banyak yang luka berat. Kejadian ini menimbulkan praduga adanya pihak yang tidak suka pemenangan tender yang dilakoni perusahaan tempat Radya bekerja menuangkan pemikirannya. Termasuk Radya, ia resmi dijadikan tersangka karena ketidak hadirannya. Dan tentu saja karena Radya tiba-tiba menghilang tanpa pemberitahuan kepada rekan-rekan timnya.

Di tengah peliknya suasana yang ada di lokasi proyek, ada seorang perempuan yang menyelamatkan Radya. Haifa ia biasa dipanggil oleh orang-orang di sekitarnya. Haifa adalah perempuan bani Wahiba, yang dikenal sebagai pemberontak kesultanan Oman. Itulah mengapa keluarga bani Wahiba selalu dibuntuti perasaan was-was. Haifa tinggal bersama kakeknya yang sudah buta dan adiknya, Amri bocah laki-laki penderita autis. Orang tua Haifa sudah lama meninggal karena bentrok baku tembak dengan tentara.

Selama sakit, Radya dirawat oleh Haifa dan keluarga dengan baik. Setelah ia sembuhpun masih sempat tinggal di rumah keluarga Wahiba. Selama tinggal di sana, Radya diceritakan kenapa kondisi keluarga mereka selalu dikejar dan dicari, bagaimana asal usul mereka. Dari situ Radya banyak tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya.

Buku ini sangat bagus dibaca. Secara linguistik dan pemilihan kata di beberapa percakapan antar tokoh memang terkesan “memaksa” dan kurang bagus. Tapi ada poin penting yang akan anda dapat sebagai seorang pembaca ketika membaca buku yang ditulis oleh lulusan jurusan Aqidah Filsafat UIN Sunan KalijagaYogyakarta ini. Salah dua di antaranya adalah pembaca akan disuguhkan mengenai fakta-fakta melalui teori konspirasi konflik politik, agama, bahkan sumber ekonomi tambang perminyakan yang ada di Timur Tengah.

Khusus untuk buku kali ini ditulis cerita tentang kesultanan Oman, salah satu kerajaan di middle east  yang kurang mendapat perhatian di hati masyarakat Indonesia pada umumnya seperti Arab Saudi, Iran, UEA, Qatar, dan lain sebagainya. Pasti selalu terbersit di antara para pelajar dan mahasiswa kritis, mengapa negara-negara di Timur Tengah selalu gaduh dan mengalami peperangan di era abad ke 21 M ini? Padahal kita semua tahu, negara-negara di Timur Tengah memiliki latar belakang yang sama, suku yang sama, kulit yang sama, dan agama yang sama.

Walau ada beberapa yang memang berbeda, tapi secara keseluruhan mayoritas sama. Tentu hal ini jauh berbeda dengan Indonesia sebagai negara majemuk. Negara multietnis, multiras, multiagama, dan sebagainya. Suatu kebanggaan bagi kita bisa disatukan di bawah satu atap kenegaraan, yakni negara Indonesia. Buku ini adalah jawabannya. []

Peresensi; Dwi Putri

Judul                : Gadis Gurun
Penulis             : Paox iben mudhaffar
Cetakan            : Agustus, 2012
Penerbit           : Impressa Publishing

Gadis Gurun dan Cerita Konflik Timur Tengah
Click to comment

Komentar

To Top