Puisi

Aku Ingin Mengunjungi Museum Saat Libur Tiba

aku ingin mengunjungi museum saat libur tiba

aku ingin mengunjungi museum saat libur tiba. tapi mal dan pusat perbelanjaan lebih banyak menawarkan diskon.

orang-orang tak mau belajar dari masa lalu, mengingat-ingat kenangan dan membawanya sebagai oleh-oleh untuk masa depan. dan kita, alangkah senang berbelanja. membawa semua isi mal sebagai oleh-oleh, seolah-olah masa lalu mudah diingat dengan barang-barang.

saat libur tiba, museum adalah tempat bermain kanak-kanak. remaja dan dewasa sudah berhak melupakan sejarah. replika pahlawan tak begitu menarik, sebab ada yang lebih cantik di mal-mal dan tempat-tempat hiburan.

orang-orang asing datang berwisata ke museum, dan pulang membawa semua kenangan kita. sedang kita masih berbangga diri; bangsa kita adalah bangsa yang besar. lalu sibuk menghibur diri saat libur tiba, di mal-mal dan salon-salon kecantikan.

aku akan mengunjungi museum,
saat mal dan tempat-tempat hiburan sudah dihancurkan.

 

merencanakan liburan saat minggu tiba

pada hari minggu, aku berencana membeli sepatu di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kotaku. alangkah ramai tempat itu. penuh sesak dengan sepasang kekasih yang membawa aneka jenis kebahagiaan, entah kepedihan. ibu-ibu yang berbelanja membeli sepotong kebaya dengan selusin air mata penjualnya. bapak-bapak gagah dengan kumis tipis membuat geli berkumpul di kedai-kedai kopi. dan seles-seles yang tak henti menawarkan kebohongan.

kios-kios berjejer rapi menjual segala keinginan kita. pakaian, parfum, produk kecantikan, dan segala hal yang membuat kita tampak begitu rupawan. etalase-etalase bagai dunia baru. maneken memperlihatkan gaya hidup yang lebih moderen dan modis, dan kita tak pernah pasrah dikalahkan waktu. sebab itulah kita mengenal diskon, mungkin untuk melatih diri agar lebih cermat dan berhemat.

hari minggu; hari yang ditunggu. hari-hari dihitung dengan jari, bukan dengan kalender dan angka-angka yang tanggal untuk lebih cepat mengingat libur tiba. orang-orang alangkah senang dengan hari minggu. sejak lama, manusia memang tak suka bekerja. dibatasi waktu dan dihitung tingkah lakunya. maka saat minggu tiba, mal dan salon kecantikan alangkah penuh semua.

pada hari ini, aku berencana menggagalkan semua rencanaku di hari minggu. tak jadi membeli sepatu, dan cukup merindukanmu di rumah saja. mengingat jejak-jejak kita yang menempel di lorong-lorong pusat perbelanjaan itu.

Click to comment

Komentar

Terpopuler

To Top