Advertorial

Solaria, Tempat Nyaman Menghabiskan Malam

Keluarga kecil yang baru saja datang memilih duduk di pojok sebelah kanan. Bersama kedua anaknya yang kira-kira masih berumur 7 tahun dan 4 tahun, mereka sedang memilih menu makanan, kedua anaknya saling menunjuk daftar menu yang mereka sukai. Sementara di sisi kanannya, sekelompok lelaki yang berjumlah lima orang juga sedang lahap menikmati kwetiau, ayam cah kapri, ikan asam manis, juga beberapa jenis nasi goreng dan aneka minuman. Sementara, di sudut lain, dua sejoli muda bercengkerama mesra sembari menghabiskan fish cake dan french fries juga sepasang jus alpukat yang siap diseruput.

Tidak bisa dibilang sepi, juga tidak begitu sesak. Dengan mengambil nuansa merah jambu yang dipadu warna ungu menjadikan suasana ruang yang ramah dan nyaman. Berbalut ayunan musik folk-blues yang keluar dari bilik-bilik sound kecil yang ditaruh di sudut-sudut ruangan menambah atmosfer resto semakin genap. Berada di Jalan Cikini Raya, tepatnya di Menteng Huis, salah satu cabang restoran lokal dari brand Solaria ini sangat cocok untuk menghabiskan malam di Jakarta. Baik bersama orang-orang dekat, rekan bisnis, pacar ataupun lainnya dan sebagainya.

Solaria? restoran yang berdiri sejak tahun 1995 ini termasuk sedikit dari restoran lokal yang mampu menancapkan eksistensinya di tengah gempuran restoran yang mengusung brand internasional. Mengusung konsep casual dining, menu makanan fresh food, mengupayakan suasana yang cozy, relax, fun dan comfort dengan dukungan design interior yang menarik, Solaria telah merebut hati para pemburu kuliner. Saat ini pun Solaria sudah mempunyai lebih dari 250 outlet yang menyebar di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Tidak mudah bisnis makanan, Solaria dimulai dari bawah, dari hanya menu Bakso di lapak gratisan di daerah Bekasi. Padahal CEO nya sarjana jebolan UGM. Bisnis kuliner memang harus disiapkan secara benar dan kalkulasi yang rinci. Karena itu syarat utama adalah harus mempunyai jiwa bisnis. Kemudian terpenting berikutnya yang harus dimiliki adalah kekuatan taste yang ada pada dirinya. Setelah itu yang lain-lain seperti konsep, modal dan sebagainya.

Dari kepemilikan taste itu pelaku bisnis kuliner bisa mengukur seberapa kuat menu yang ia kreasi mampu mendatangkan konsumen untuk makan dan datang lagi dan lagi. Nah, Solaria punya taste, sehingga imajinasinya tentang menu makanan mengalir saja dan laku karena lolos taste.

Insting bisnis dan kepemilikan taste yang dimiliki Solaria lantas dilapisi dengan faktor-faktor lainnya, seperti service, update trend dunia terkini hingga memperluas jejaring sosial. Soal pelayanan misalnya, Solaria memang jempolan. Interior restoran didisain semenarik mungkin sehingga konsumen  merasa senang dan betah. Di samping itu Restoran Solaria membebaskan pengunjungnya untuk berlama-lama berada di restoran. Sehabis makan, waitress tidak akan membersihkan meja konsumen karena membersihkan itu kesannya mengusir secara halus, ya udah deh konsumen bisa nongkrong di situ sampai dia bosan.

Untuk memperkuat Solaria di masa mendatang, pihak manajemen sudah mengantisipasinya dengan berbagai jurus jitu, di antaranya update trend dunia terkini. Khususnya kemajuan pesat di dunia teknologi informasi. Solaria terbuka terhadap masukan konstruktif, termasuk saat ini mereka sedang berproses Solaria memasuki ruang ekonomi digital. Ini keniscayaan.

Pihak manajemen juga memperhatikan hal-hal yang sifatnya etik, sosial dan budaya masyarakat. Solaria tumbuh kembang karena digerakkan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu Solaria membaur dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat Indonesia. Waitress yang Solaria itu rekrut itu anak-anak muda dari berbagai daerah termasuk staf manajemen. Solaria juga berkomunikasi dengan kelompok agamawan, pegiat sosial, ilmuwan sehingga kehadirannya tumbuh kembang berbaur dengan nilai dan norma masyarakat. Itu penting karena kita orang Indonesia yang tidak bebas nilai.

Kini Solaria tumbuh kembang bersama masyarakat. Terlebih saat ini Solaria sedang berproses masuk dalam ruang ekonomi digital. Solaria harus memudahkan orang untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Di era ekonomi digital ini, hal itu bisa terjadi. Saat ini Restoran Solaria mempunyai 126 menu yang disajikan secara fresh. Artinya, menu dimasak pada saat konsumen memesan.

Menu sehat dan segar karena dimasak saat dipesan. Karena itu harap maklum jika tidak cepat saji. Selamat makan di Restoran Solaria. [adv]

Solaria, Tempat Nyaman Menghabiskan Malam
Click to comment

Komentar

To Top