Celomet

5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jika Alumni Pengaman 212 Juga Reuni

Membaca tulisan dan berita-berita dua hari ini yang membahas tentang meriahnya “Reuni Alumni 212”, saya jadi kepikiran dengan alumni lain, benar, dia adalah personil keamanan. Jelas saja saya kepikiran, saat aksi 212 jumlah personil yang dikerahkan juga tidak tanggung-tanggung, konon mencapai 27 ribu personil. Untuk mengamankan sebuah aksi, ini masuk ke dalam golongan jumbo. Jadi tidak adil rasanya, jika mereka tidak mengadakan reuni. Berkat mereka jugalah aksi “Super Damai” itu terkondisikan. Toh bukankah mereka juga alumni 212? Yang membedakan adalah, jika yang satunya sebagai massa aksi, sedang yang satu lagi sebagai massa pengaman. Sama-sama alumni 212.

Sebagai jomblo yang hafal Pancasila, demi kesetiaan terhadap negara, demi mengamalkan sila kelima, demi terciptanya keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia, demi nama para mantan, eh kelantur. Saya mengusulkan, ayo ramai-ramai membuat petisi dan dukungan reuni akbar pengaman 212 kepada bapak Kapolri, Tito Karnavian.

Saya rasa Pak Tito akan senang hati dan mendukung usulan ini. Dengan dilaksanakannya reuni akbar pengaman 212 ini, di mata anak buahnya, pak Tito akan dilihat sebagai pemimpin yang baik, mengayomi, serta mengerti arti dari keadilan bagi sesama alumni 212. Ini sangat penting, dan momen ini tidak boleh dilewatkan. Sebab ia (reuni ini) akan menjadi modal awal pak Tito untuk menyatukan suara di institusi pengamanan. Jika saja benar pak Tito kepincut, ingin mengikuti jejak Cak Imin menjadi cawapres. Cie, cawapres nich.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan di reuni akbar pengaman 212 jika benar-benar diagendakan? Biar tidak sama dengan dengan Reuni Alumni 212, dan memang acara Reuni Alumni Pengaman 212 itu beda dengan Reuni Alumni 212, maka rangkaian kegiatan acara tidaklah harus sama. Tidak harus bangun pagi-pagi menggelar sajadah di Monas dan subuh berjama’ah. Ada alternatif lain yang bisa dilakukan dan tentu mampu menghibur khalayak umum. Berikut 5 usulan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan.

Pertama, Demo Baris-berbaris

Sama seperti aksi 212, saya berharap reuni alumni 212 juga menjadi sorotan media nasional, disiarkan berjam-jam dan diulang terus menerus. Tentu penikmat televisi akan lebih terhibur dengan atraksi-atraksi baris berbaris dari pada rangkaian makian orasi-orasi yang keluar dari mulut para pesurban.

Lagi pula, demo baris berbaris juga akan mensolidkan kekompakkan serta menguatkan ukhuwah sesama anggota. Sekali lagi ingat, ini penting dan modal yang baik bagi Pak Tito jika benar-benar mengincar kursi merah plat 2.

Kedua, Demo Marching Band

Kegiatan menghibur selanjutnya bisa diisi dengan demo marching band. Biasanya orang kampung seperti lurah Omah Aksoro, Fariz Alniezar lebih suka menyebut drum band. Entahlah, aku pun juga sama.

Biar terkesan tidak meninggalkan ruh awal aksi 212, biar ada embel-embel Islamnya, sertakan saja terbang, jedor, genjreng untuk ditabuh. Biar semakin kaffah, tambahkan juga gendang koplo sekalian dan mainkan tembang “Jaran Goyang”.

Yok a yok a, buka sitik jos!!! Eh betewe ini demo marching band apa orkes dangdut?

Ketiga, Parade Atraksi Kekuatan

Masih ingat dengan kemeriahan HUT TNI 72 di Cilegon, Banten? Pamer kekuatan prajurit-prajurit TNI itu hanya satu kata, Menakjubkan. Nah, ini juga bisa menjadi kesempatan buat institusi pengamanan untuk unjuk gigi. Jadi masyarakat awam tahu bahwa kekuatan institusi pengaman tidak saja di surat saktinya, slip tilang warna merah atau biru.

Saya rasa atraksi pamer kekuatan ini juga bakalan seru dan sarat akan kata menakjubkan, karena institusi pengaman ini, selain mempunyai alat tempur dan pengamanan demo yang canggih, ia juga punya pasukan-pasukan regu khusus, regu sniper, brimob, densus 88 juga termasuk regu tilang.

Dengan catatan atraksi  pamer kekuatan tidak menyertakan soal-soal tes, rambu-rambu, juga alat peraga mengemudi. Ini mau pamer kekuatan atau buka pendaftaran masal pembuatan SIM pak? Hadech….

Keempat, Seminar Ekonomi Kreatif

Jeli memanfaatkan momentum. Nampaknya kalimat yang pas menggambarkan strategi institusi pengamanan dalam mendapatkan informasi terkini di kerumunan massa. Ketika aksi 212, di grup-grup whatsapp banyak berseliweran pedagang somai, cilok, kacang rebus, juga tahu gejrot yang berkepala plontos, berlengan mrengkel dan berjam tangan. Kita semua atau kebanyakan dari kita bersepakat bahwa mereka bukan pedagang biasanya, mereka adalah bagian dari anggota pengaman.

Kreatif bukan, sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui. Mendapatkan pemasukan dobel, selain gaji pokok, juga honor pengamanan, jika bernasib bejo, ada tambahan dari jualan makanan yang laku keras.

Melihat dari situ, saya rasa mengadakan seminar ekonomi kreatif juga layak masuk menjadi kegiatan yang harus ada. Selain untuk mengasah membaca peluang bisnis, juga mengandeng instansi lain untuk berkontribusi. Salah satunya bisa dengan Bekraf, salah satu institusi yang menangani perekonomian plat merah non kementerian.

Iya iyalah, butuh gandengan. Tau sendiri kan berapa besar dana yang dikucurkan untuk pengamanan aksi 212? Begitupun juga dengan mengadakan reuni. Minimal juga butuh dana, kalaupun tidak sama ya separonya. Dengan menggandeng institusi lain, selain sebagai upaya sinkronisasi kegiatan antar institusi, yang tak kalah penting adalah menghabiskan anggaran akhir tahun. Hehehehe, mari berseminar dan tandatangan tiga kali.

Kelima, Mencetak MURI

Kurang lengkap rasanya jika kegiatan besar tidak mencatatkan rekor. Jika di aksi 212 ada bendera yang menggelar Panjang, maka direuni harus ada sesuatu yang panjang. Eits jangan ngeres mblo. Gak perlu ke dukun, cukup tarik tambang solusinya mbah. Gelar tali sepanjang jalan Medan Merdeka Barat sampai ke MH Thamrin. Ayoo Tarik mang… jangan kasih kendor.

Insya Allah, Tarik tambang ini akan memecahkan rekor MURI terpanjang. Mari kita dukung demi keadilan bersama. Betul sudara…., Tabik! []

*) Celomet ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi omahaksoro.com

5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jika Alumni Pengaman 212 Juga Reuni
Click to comment

Komentar

To Top