Puisi

Percakapan dengan Bunga-bunga

1
“Akan aku warnai langit dengan warna bunga” kata seorang gadis kepada matahari. Gadis yang duduk di beranda. Ia membuat lukisan tentang dunia dengan banyak bunga. Diam-diam matahari menyentuhnya dari bingkai jendela. Si gadis tertawa, lekas ia menaburkan warna pada berkas-berkas cahaya.

2
Kepada bunga-bunga ia berkata, “Aku ingin menjadi bunga.”

Setiap pagi, gadis itu berbicara pada bunga-bunga
yang ia punya, di beranda dekat cermin raksasa.

Sesekali ia berkata pada cermin, pantaskah ia
menjadi bunga? Sedang ia tak tahu
bunga-bunga sebentar lagi gugur

Kepada pohon yang selalu memekarkan bunga ia bertanya, “Bagaimana
cara mewarnai bunga?”

Pohon itu diam saja. Barangkali angin akan
menjawabnya, ketika tiap sore ia duduk di beranda
di depan cermin raksasa, dan di sana seorang gadis
berwarna tubuhnya. Menyala!

3
Dia melihat begitu banyak bunga, berwarna-warni
Disentuhnya bunga-bunga: menjelma dirinya

Di luar, ia melihat matahari, seperti bunga
di taman yang baru saja ia sapa

Ia tersenyum bahagia, lalu berbisik sendiri:
“siapa yang mewarnai bunga-bunga?”

Lalu ia pergi,
mengambil cat air yang tersimpan di dalam lemari
Lekas ia mengecat tubuhnya sendiri.

4
Aku mulai membayangkan menjadi bunga
Mewarnai seisi beranda, mewarnai langit, mewarnai
tubuhku sendiri. Diperebutkan kumbang-kumbang
lanang sebagai bunga cantik yang baru saja
merekah

Tubuhku merah merona. Setiap pagi akan aku sinari
taman dengan seberkas cahaya, akan aku taburi
angin dengan harum bunga-bunga.

Aku mulai membayangkan menjadi bunga
Sebelum si tukang kebun memetiknya, lalu
menyelipkan bunga itu di atas telinga,
di sela rambutku. []

Percakapan dengan Bunga-bunga
Click to comment

Komentar

To Top