Puisi

Damai Bukan?

Damai Bukan?

Apa guna, jika
Pikiran kacau
Hati risau
Perut lapar
Urusan bisa ambyar

Sebab, aku cari hidup
Agar ngga carut marut
Apalagi badan ngga ke urus
Bisa mampus

Soal tawaranmu tempo lalu,
Aku bisa jadi apa saja
Jadi pengawalmu
Asistenmu
Kacungmu
Dan apa yang kau mau, aku laksanakan
Yang penting ada jaminan
Perut aman
Hati tentram
Pikiran tenang
Dan satu lagi, kantong menyan ngga runyam

Sudah itu saja.

 

Pongah

Hey Kondor!
Sombong kali kau,
mentang banyak harta
Tak ingat kau nanti
Mati sengsara
Masuk neraka, disiksa

Hey Mandul!
Macam penceramah saja kau
Bicara soal mati
Soal surga
Soal neraka
Soalkan saja perutmu itu yang lapar

Semenjak kau jatuh miskin
Sebab aset kekayaanmu dijual
Semakin ngaco omonganmu
Gila kau

Sejak kapan kau ingat mati, hah?
Dan sudah berapa ratus puluh kau jual ayat suci?
Mengkebiri dogma-dogma
Melucuti fatwa-fatwa
Mencurangi wacana-wacana
Mendagangkan ulama-ulama
Mendoktrin santri-santri
Mengutuk banci-banci

Mending kau lepas saja baju dan celanamu
Lalu berjemur di atas gedung
Biar penismu manjur
Tak perlu pergi ke dukun
Dan ku bayar wanita penghibur
Agar kau bisa tidur, mendengkur.

Bekasi, 27 Juli 2018 []

Damai Bukan?
Click to comment

Komentar

To Top