Ideologi

Jun 04, 2024

Seorang teman menyodori gambar. Gambar itu berisi adegan seseorang sedang membeli bendera dan disertai tulisan "Katanya NKRI harga mati, giliran beli bendera masih nawar..."

Pernyataan ini memang sarkas. Tajam menghujam jantung kesadaran. Barangkali.

Namun saya lekas katakan padanya, pola kalimat yang seperti itu bisa kita perpanjang daftarnya. Misalnya "Katanya pembela Alquran, giliran beli mushaf masih ditawar" atau begini "Katanya cinta mampus, giliran disodori mahar oleh calon pasangan masih dinego" dan seterusnya dan sebagainya.

Yang ingin saya katakan adalah jangan mudah mengumbar keyakinan dalam bentuk ucapan dan perkataan. Yang demikian itu, kita tahu, akan sangat mudah dipatahkan oleh siapapun: kawan maupun lawan.

Ideologi dan keyakinan itu tempatnya jauh di kedalaman hati, bukan di canggihnya retorika dan moleknya bahasa.

Demikianlah, jika keyakinanmu sudah terslogankan, maka bersiaplah untuk menerima pola kalimat nyinyir berbentuk "katanya........,giliran.......masih......"

Kalau ideologi sudah terslogankan, lalu apa bedanya dengan iklan? Isinya bohong dan pembodohan semua kan?

Katanya Bodrex bisa diminum kapan saja, toh nyatanya ndak demikian. Bodrex tetap membatalkan puasa jika diminum di siang bolong bulan Ramadan.

Begitu dan selamat pagi, Indonesia.

Penulis: Fariz Alnizar