Suara dari Bawah Tanah

Jul 12, 2024

Sampai kapan keindahan ini bertahan
Industrialisasi dan bisnis properti menjamur
Sungai-sungai kini tercampuri limbah beracun
Rakyat di pinggiran terjerat uang rente
Pemuda pribumi susah mencari kerja


Magnet industrialisasi terus menggelora
Masyarakat urban menjamur dan so berkuasa
Para Ibu di desa memilih jadi TKW
Di negeri orang mereka di perkosa, dianiyaya bahkan dipancung
Sementara para suami menikah lagi dengan janda muda
Sang anak terlantar dipaksa bertahan hidup
Ditengah deras arus kehidupan

Video senonoh dengan mudah beredar
Para siswa sekolah menengah menjadi buas
Tawuran bahkan membunuh
Gadis belum ber KTP dicabuli oleh belasan siswa
Kesuciannya telah dirampas
Nyawanya pun di tumpas sampai tak bernafas


Pejabat pemerintah sibuk politik pencitraan
Para penjilat sibuk mengelus-elus pantat pejabat
Berharap dapat proyek pemerintah
Pejabat pemerintah kerap bercumbu dengan kontraktor
Kontraktor dapat proyek
Pejabat dapat insentif


Pembangunan infrastruktur dibangun seenaknya
Dua bulan infrastruktur kembali rusak
Reses dewan hanya formalitas
Hamburkan anggaran, demi nama baik
Ingin so mengayomi, dana aspirasi ingin di naikkan
Dengan alibi,
Banyak aspirasi rakyat tak terakomodir


Satu persatu gedung tempat anak bangsa sekolah, RUNTUH
Beruntung anak bangsa yang malang tak tertimpah puing bangunan
Dasar masih lugu, gedung sekolah runtuh dan kebanjiran
Mereka berbahagia
Karena sekolah di liburkan.


Seseram itukan pendidikan di negeri ini.
Atau pendidikan yang sengaja di seram-seramkan
Agar anak mengangguk nurut
Hakikatnya orang seperti itu tlah
Merenggut kemerdekaan ide

Raga boleh terpenjara oleh terali besi
Tapi pikiran harus tetap merdeka
Terbang mengangkasa
Menembus jaman dan peradaban.

Krw, 18/3/17
Penulis: Didi Suheri