Cerpen

Pembunuhan Karakter

Omah Aksoro – Banyak orang mengeluhkan hari yang terlalu cepat berlalu dan mendapati dirinya hanya mengerjakan pekerjaan rutinan dalam rangka mencari uang untuk kebutuhan perut dan popularitasnya. Lupa akan kebutuhan batinnya untuk memberdayakan nalurinya, bahwasanya bekerja bukan soal mengejar atau membuktikan sesuatu, tapi lebih dari itu…. Bekerja harusnya menjadi ajang perayaan dan pengaktualisasian diri. Banyak …

Continue Reading
Cerpen

Bahau Rindu Umak

Omah Aksoro – “Aku lapar Pak, nggak ada makan kah?” “Sabarlah Bahau, umak kau kan sudah janji akan pulang sore ini. dia pasti bawa makanan yang banyak buat kau, sabar ya.” “Dari kemarin bapak bilang begitu, umak tak kunjung datang. Bapak sendiri bilang kalau bohong itu dosa.” “Ha-ha-ha, yang bilang bohong tidak dosa siapa Ba? …

Continue Reading
Cerpen

Terbukanya Kotak Pandora

Omah Aksoro –             “Kleptomania”             “Euphoria”             Ah, rasanya penamaan kleptomania tidak cukup untuk mewakili perasaan yang aku alami sekarang. Rasa nyaman dan ketagihan itu membentuk euphoria tersendiri. Klepto-phoria….             Pernahkah kau menjadi tiba-tiba begitu bosan dengan hidupmu yang terkesan mudah mendapatkan hal yang diinginkan banyak orang? Menjadi pintar, cantik, terkenal dan kaya. Apa …

Continue Reading
Cerpen

Maimun

Omah Aksoro – Maimun berlari terbirit-birit menenteng sebuah ember hitam. Ini adalah kali keempat aku melihatnya seperti itu. Keadaannya pun sama, sarung melintang di pundak, peci hitam miring, kaos oblong dan celana hitam yang panjangnya selutut. sebagai satu-satunya warga kampung Tanjung Tebat yang pernah nyantri, maka tidak heran jika Maimun selalu ditunjuk warga untuk memimpin …

Continue Reading
Cerpen

Pergulatan Panjang Menjadi Warga Pergerakan

Omah Aksoro – Perkenalkan nama saya Ahmad Baharuddin Surya, saya dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam tulisan ini saya akan menceritakan mengapa saya ikut dan bergabung dengan PMII ?. sebelum saya menceritakannya, saya mau flasback terlebih dahulu. Ceritanya yaitu dulu pada waktu SMP, saya tergolong orang yang sebenarnya tidak terlalu suka dengan yang namnya …

Continue Reading
Cerpen

Gadis di Metromini

“Manggarai, Manggarai…..” “ Pulo Gadung, bu ? Pulo Gadung” “Matraman,….” “Tin, tin, tinnnnn…” “Minggir woiiii !!!” Sore itu, mentari masih saja nampak dengan pongahnya, membakar kulit, menyiksa. Seperti biasa, hiruk pikuk kota Jakarta yang tak pernah sepi oleh keramaian. Di bawah pohon mangga yang tak jauh dari halte Manggarai, duduk di bangku memanjang seorang gadis …

Continue Reading
Cerpen

Sebuah Dusta

Omah Aksoro – Entahlah, semua bagaikan mimpi. Kini Ainun sudah terdampar di ibukota. Semua terjadi begitu saja. Seolah-olah skenario perjalanannya hanya sebuah khayalan yang tak akan mungkin diraih. Tapi inilah kenyataannya. Senyumnya merekah, tapi hatinya kosong. Antara bahagia sekaligus duka dalam batinnya.  Masih kental diingatannya kajadian satu tahun silam, ketika ia masih berdiam di Batam. …

Continue Reading