Puisi

Rindu

Omah Aksoro, Jangan pernah menyalahkan dirimu saat rindu melada Rindu itu kita yang menciptakan Waktu lah yang telah membelenggu  Dan ruang tanpa bisa dikompromi Tak ada penawar selain bertemu  Berdiamlah sejenak  Biarkan aku yang mengatakan bahwa dirimu sedang rindu. Ketika bertemu setidaknya bahagia untuk sementara Lalu…. Biarkan saja rindu itu bersemayam dalam diri kita. Bandung, …

Continue Reading
Resensi

Agar menjadi Suami Idaman Istri

Judul                : Rahasia Suami dan Istri Pembawa Rezeki Penulis             : Agoes Noer Che Penerbit           : Mizania Cetakan           : Pertama, November 2016 Tebal               : 160 hlm ISBN               : 978-602-418-128-4             Hidup yang bahagia adalah keinginan setiap orang di dunia ini. Dan setiap orang punya ukuran tersendiri tentang definisi bahagia tersebut. Ada yang menganggap, bahwa …

Continue Reading
Puisi

Ada dan Tiada

Omah Aksoro, Dari ketiadaanmu, aku menjadi adaDari aku ada, engkau telah tiadaSejatinya, aku adalah kamu. Nama yang senantiasa menjadi harapanRindu yang hendak berdesakanDan tangis yang kian menggenangDoaku terus bersemayam. Sejak dokter memvonis ketiadaanmuNiscaya, Tuhan menghidupkanmu kembaliDitubuh yang baru. Demikian dunia telah dilahapAkhirat sudah kau junjung.Tuhan Maha Asyik,Belum sempat dunia selesai dibekaliAkhirat sudah tiba kau tawari. …

Continue Reading
Puisi

Jakarta Darurat

Omah Aksoro, Baru saja kakiku menginjakkan di aspal padat Tapi apa yg aku lihat.. Banyak kendaraan berjejer dengan rapat Bahkan tanpa sedikitpun diberikan jalan untuk lewat Gumamku… bangsat!Semua orang ingin sampai dengan cepat Tanpa memikirkan kata selamat Mungkin hidup mereka terlalu terikat akhirnya mereka harus taat dengan peraturan yang dibuat Tanpa ampun bagi kita sebagai …

Continue Reading
Resensi

Menggurat Titik untuk Teror

Judul buku       : Teror, Catatan Filsafat dan Politik Tentang Firman dan Iman Penulis             : Agus Rois Tebal buku      : xiv + 214 halaman Tahun terbit     : Cetakan pertama, Maret 2016 Penerbit           : Makar Mendaras lembar demi lembar buku Teror ini seperti tercampakkan dalam pusaran dunia penuh corak muram. Teror yang hadir ada di mana-mana, …

Continue Reading
Resensi

Narasi Kecil Bung Mahbub Djunaidi

Judul                     : Dari Hari ke Hari Pengarang          : H. Mahbub Djunaidi Penerbit              : Surah Sastra Nusantara Tahun terbit      : Cetakan pertama, Februari 2014 Tebal                    : vii + 182 halaman Apa yang menjadi kekuatan penceritaan Mahbub Djunaidi? Seperti halnya kolom-kolomnya, novel Mahbub ini sekali lagi menunjukkan kecakapannya dalam berkelakar. Bercanda dengan hidup. Bagi Mahbub, …

Continue Reading
Resensi

Cerita Korban dari Ujung Barat Nusantara

Judul              : Perempuan Pala Dan Sekumpulan Kisah Lain dari Negeri Bau dan Bunyi Penulis          : Azhari Aiyub Penerbit        : Penerbit Buku Mojok Tahun terbit : 2015 Tebal buku    : xvii + 134 halaman “Setiap pagi sehabis bangun tidur, dia berlari-lari kecil menuju halaman untuk menggambar pembunuh Bapak. Dia melakukannya dengan betah sampai petang hari. …

Continue Reading
Puisi

Di Maqbarah

Omah Aksoro, Di maqbarah, banjir do’a banjir air mata banjir luka banjir segalanya Kalam-kalam Ilahi berceceran dimana-mana Di fammu para santri baru yang belum kerasan Di fammu para santri huffadz yang mendarasnya dengan tekun Serta di fammu para musafir yang hatinya kering kerontang Di maqbarah, tempat peristirahatan terakhir para sesepuh Menjadi tempat mengadu paling ampuh

Continue Reading
Cerpen

Pembunuhan Karakter

Omah Aksoro – Banyak orang mengeluhkan hari yang terlalu cepat berlalu dan mendapati dirinya hanya mengerjakan pekerjaan rutinan dalam rangka mencari uang untuk kebutuhan perut dan popularitasnya. Lupa akan kebutuhan batinnya untuk memberdayakan nalurinya, bahwasanya bekerja bukan soal mengejar atau membuktikan sesuatu, tapi lebih dari itu…. Bekerja harusnya menjadi ajang perayaan dan pengaktualisasian diri. Banyak …

Continue Reading
Puisi

Bukan maksudku begitu

Omah Aksoro, Bukan maksudku begituMungkin kau salah paham dengankuAku ingin yang terbaik untukmuTapi kau menuduhku memojokanmuseolah kau menganggap aku iri padamu Bukan maksudku begitudengarkanlah apa yang aku ucapkan lebih dahuludaripada kau menerka-nerka yang tidak-tidak apa yang ingin ku katakantak bisakah semenit saja kau menjadi pendengar yang baik untukku?Buanglah sedikit egomu tuk mendengar jeritan hatiJeritan hati …

Continue Reading