Puisi

Suara dari Bawah Tanah

Omah Aksoro,

Sampai kapan keindahan ini bertahan

Industrialisasi dan bisnis properti menjamur

Sungai-sungai kini tercampuri limbah beracun

Rakyat di pinggiran terjerat uang rente

Pemuda pribumi susah mencari kerja

Magnet industrialisasi terus menggelora

Masyarakat urban menjamur dan so berkuasa

Para Ibu di desa memilih jadi TKW

Di negeri orang mereka di perkosa, dianiyaya bahkan dipancung

Sementara para suami menikah lagi dengan janda muda

Sang anak terlantar dipaksa bertahan hidup

Ditengah deras arus kehidupan

Video senonoh dengan mudah beredar

Para siswa sekolah menengah menjadi buas

Tawuran bahkan membunuh

Gadis belum ber KTP dicabuli oleh belasan siswa

Kesuciannya telah dirampas

Nyawanya pun di tumpas sampai tak bernafas

Pejabat pemerintah sibuk politik pencitraan

Para penjilat sibuk mengelus-elus pantat pejabat

Berharap dapat proyek pemerintah

Pejabat pemerintah kerap bercumbu dengan kontraktor

Kontraktor dapat proyek

Pejabat dapat insentif

Pembangunan infrastruktur dibangun seenaknya

Dua bulan infrastruktur kembali rusak

Reses dewan hanya formalitas

Hamburkan anggaran, demi nama baik

Ingin so mengayomi, dana aspirasi ingin di naikkan

Dengan alibi,

Banyak aspirasi rakyat tak terakomodir

Satu persatu gedung tempat anak bangsa sekolah, RUNTUH

Beruntung anak bangsa yang malang tak tertimpah puing bangunan

Dasar masih lugu, gedung sekolah runtuh dan kebanjiran

Mereka berbahagia

Karena sekolah di liburkan.

Seseram itukan pendidikan di negeri ini.

Atau pendidikan yang sengaja di seram-seramkan

Agar anak mengangguk nurut

Hakikatnya orang seperti itu tlah

Merenggut kemerdekaan ide

Raga boleh terpenjara oleh terali besi

Tapi pikiran harus tetap merdeka

Terbang mengangkasa

Menembus jaman dan peradaban.

Karawang, 18/3/17

Tinggalkan Balasan